pendapat pertama :
Hukum Rokok Dalam Islam
Tembakau yang merupakan bahan baku rokok telah dikenal oleh umat Islam pada akhir abad ke-10 Hijriyah, yang dibawa oleh para pedagang Spanyol. Semenjak itulah kaum muslimin mulai mengenal rokok. Sebagian kalangan berpendapat bahwa merokok hukumnya boleh.Mereka berdalil bahwa segala sesuatu hukum asalnya mubah kecuali terdapat dalil yang melarangnya, berdasarkan firman Allah:
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
“Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” (QS. Al Baqarah: 29).Ayat di atas menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah di atas bumi ini halal untuk manusia termasuk tembakau yang digunakan untuk bahan baku rokok.
Sanggahan:
Berdalil dengan ayat ini tidak kuat, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah hukumnya halal bila tidak mengandung hal-hal yang merusak dan membahayakan tubuh.
Sementara rokok mengandung ribuan racun yang secara kedokteran telah terbukti merusak dan membahayakan kesehatan. Bahkan membunuh penggunanya secara perlahan, padahal Allah telah berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisaa: 29).Lebih dari itu, mengapa tidak ada dalil khusus yang melarang rokok?
Karena rokok baru ada 500 tahun yang lalu, dan tidak dikenal di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabiin, tabi’ tabiin, maupun ulama penulis hadis setelahnya. Bagaimana mungkin akan dicari dalil khusus yang melarang rokok?
Sebagian kalangan yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh, karena orang yang merokok mengeluarkan bau tidak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan memakan bawang putih mentah yang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Sebagaimana ditunjukkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
من أكل البصل والثوم والكراث فلا يقربن مسجدنا، فإن الملائكة تتأذى مما يتأذى منه بنو آدم
“Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah)
dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para
malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (yaitu: bau tidak
sedap).” (HR. Muslim).Sanggahan:
Analogi ini sangat tidak kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar bau tidak sedap. Lebih dari itu menyebabkan berbagai penyakit berbahaya diantaranya kanker paru-paru. Mengingat keterbatasan ulama masa silam dalam memahami dampak kesehatan ketika morokok, mereka hanya melihat bagian luar yang nampak saja. Itulah bau rokok dan bau mulut perokok. Jelas ini adalah tinjauan yang sangat terbatas.
Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya haram, pendapat ini ditegaskan oleh Qalyubi (Ulama Mazhab Syafi’i, wafat: 1069 H). Dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh al-Mahalli (jilid I, Hal. 69), beliau mengatakan: “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi, oleh karena itu para ulama kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya”.
Ibnu Allan (ulama Madzhab Syafi’i, wafat: 1057H), as-Sanhury (Mufti Mazhab Maliki di Mesir, wafat 1015 H), al-Buhuty (Ulama Mazhab Hanbali, wafat: 1051 H), as-Surunbulaly (Ulama Madzhab Hanafi, wafat: 1069 H) juga menfatwakan haram hukumnya merokok.
Merokok juga pernah dilarang oleh penguasa khilafah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan.
Para ulama menegaskan haramnya merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu, yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.
Padahal Allah telah mengharamkan seseorang untuk membinasakan dirinya melalui firman-Nya:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al Baqarah: 195).Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan.” (HR. Ibnu Majah. Hadis ini di shahihkan oleh Albani).Hasil penelitian kedokteran di zaman sekarang memperkuat penemuan dunia kedokteran di masa lampau bahwa merokok menyebabkan berbagai jenis penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, juga merusak sistem reproduksi, pendeknya merokok merusak seluruh sistem tubuh.
Oleh karena itu, seluruh negara menetapkan undang-undang yang mewajibkan dicantumkannya peringatan bahwa merokok dapat mebahayakan kesehatan tubuh pada setiap bungkus rokok.
Karena itu, sangat tepat fatwa yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga fatwa di dunia Islam, seperti fatwa MUI yang mengharamkan rokok, begitu juga Dewan Fatwa Arab Saudi yang mengharamkan rokok, melalui fatwa nomor: (4947), yang menyatakan, “Merokok hukumnya haram, menanam bahan bakunya (tembakau) juga haram serta memperdagangkannya juga haram, karena rokok menyebabkan bahaya yang begitu besar”.
Keterangan di atas disadur dari artikel Dr. Erwandi Tarmidzi yang diterbitkan di Majalah Pengusaha Muslim edisi September 2011. Bagi Anda yang berminat mendapatkan rujukan aslinya, Anda bisa mengunjungi : shop.pengusahamuslim.com
Disamping tulisan di atas, terdapat ceramah menarik yang disampaikan Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Ketua PP Muhammadiyah). Anda bisa download di:
http://www.mediafire.com/?395gm22cj0322yx
Allahu a’lam
pendapat ke dua :
Merokok Dari Pandangan Islam
Keputusan
Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-37 yang bersidang pada 23 Mac 1995 telah membincangkan Hukum Merokok Dari Pandangan Islam. Muzakarah telah memutuskan bahawa merokok adalah haram dari pandangan Islam kerana padanya terdapat kemudharatan.
English Version
Smoking From The Perspective Of Islam
Decision:
The 37th Muzakarah (Conference) of the Fatwa Committee National Council of Islamic Religious Affairs Malaysia held on 23rd March 1995 has discussed on smoking from the perspective of Islam. The Committee has decided that smoking is prohibited in Islam because it is harmful.
Keterangan/Hujah:
1. Keputusan yang telah diputuskan oleh Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia tersebut adalah bersandarkan kepada hujah-hujah berikut:
i. Rokok mengandungi pelbagai jenis racun. Fakta daripada kajian-kajian
perubatan telah membuktikan bahawa setiap batang rokok mengandungi 6-8
mg. nikotian dan pelbagai bahan kimia lain. Setiap sedutan asap rokok
sebenarnya kita telah menghidu sebanyak 4,000 jenis bahan kimia yang
boleh memudharatkan badan.
ii. Ketagihan tembakau bukan hanya menimbulkan masalah kepada perokok,
malah ia berada di tempat keempat dalam senarai faktor risiko bagi
penyakit serius yang menular di seluruh dunia. Tabiat merokok dikaitkan
dengan risiko barah, penyakit jantung dan masalah pernafasan. Terdapat
beberapa jenis penyakit yang berpunca dari merokok, antaranya ialah
kanser kerongkong, kanser mulut, katarak (sejenis kerosakan mata yang
menyebabkan kanta mata berselaput dan rabun), ulser perut, penyakit
jantung, strok, penyakit paru-paru, emfisema paru-paru dan banyak lagi.
iii. Pada masa kini jumlah perokok sama ada dinegara maju atau negara
membangun masih begitu besar, walaupun berbagai usaha telah dibuat oleh
Kerajaan serta badan-badan sukarela bagi menyedarkan orang ramai tentang
bahayanya merokok kepada orang ramai. Di Malaysia, merokok menyumbang
kepada lebih 10,000 kematian setahun; 30% daripadanya disebabkan 10
jenis kanser, iaitu paru-paru, mulut, esophagus, tekak, pankreas, pundi
kencing, buah pinggang, serviks, kolon dan perut. Sebanyak 50% kematian
berpunca daripada sakit jantung dan strok. Kerajaan telah membelanjakan
banyak wang untuk merawat berbagai jenis penyakit yang dikaitkan dengan
tabiat merokok dan negara juga mengalami kerugian kira-kira RM 20
billion setahun bagi menanggung kos rawatan dan kehilangan produktiviti.
iv. Imam al-Syafi’e telah mengeluarkan fatwa dalam
kitabnya yang masyhur al-Umm iaitu:” Jika mereka mengambil (sesuatu
makanan, minuman atau sesuatu yang dihisap, dihidu dan disedut) yang
boleh memabukkan, maka perbuatan itu adalah jelas haram. (Termasuklah)
yang mengandungi racun yang menyebabkan kematian. Aku tetap menganggap
(menfatwakan) ia adalah haram. Allah swt mengharamkan (apapun jenis)
pembunuhan kerana pembunuh bermakna membunuh diri sendiri”.
v. Para ulama’ sepakat menyatakan bahawa merokok hukumnya haram kerana
ianya jelas memudharatkan kesihatan, membazir dan mensia-siakan harta
serta dikategorikan sebagai satu perkara keji, berdasarkan nas-nas
berikut:
a. Firman Allah swt dalam Surah al-Baqarah, ayat 195 yang bermaksud: “Dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri kamu ke dalam bahaya kebinasaan”.
b. Firman Allah swt dalam Surah al-A’raf ayat 157 yang bermaksud; “ Dan ia menghalalkan bagi mereka segala benda yang baik dan mengharamkan kepada mereka segala benda yang buruk”.
c. Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “ Tidak boleh memberi mudharat dan membalas dengan kemudharatan”. (Hadith riwayat Ahmad, Malik, Ibn Majah dan al-Daraqutni)
d. Kaedah Usul Fiqh: درء المفاسد مقدم على جلب المصالح yang bermaksud “ menolak kerosakan adalah didahulukan daripada mencari kemaslahatan”
e. Imam Ibn. Hazm dalam kitabnya al-Muhalla, jilid 7, halaman 503
(masalah no. 1027) menegaskan bahawa : “Pemborosan adalah haram”. Yang
dimaksudkan dengan pemborosan di sini ialah:
i. Membelanjakan wang untuk perkara yang diharamkan oleh Allah swt,
samada banyak atau sedikit, walaupun sebesar sayap nyamuk sekalipun.
ii. Pembaziran yang tidak ada keperluannya.
iii. Membuang wang, betapa kecilpun jumlahnya kerana dengan membuang tanpa tujuan itu menjadikannya sia-sia.
vi. Beberapa negara Islam dan beberapa ulama’ muktabar telah mengeluarkan fatwa tentang amalan merokok.
Antaranya seperti berikut:
a. Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan fatwa bahawa merokok, menanam
tembakau dan memperniagakannya adalah hukumnya haram kerana daripadanya
terdapat kemudharatan.
b. Ulama’-ulama’ semasa Mesir seperti Dr. Abdul Jalil Shalaby
mengatakan merokok adalah haram kerana ia boleh mendatangkan
kemudharatan kepada kesihatan masyarakat.
c. Al Imam Abdul Halim Mahmud dalam kitabnya “Fatawa al-Imam Abdul
Halim Mahmud” telah memberi fatwa merokok hukumnya makruh jika ia tidak
mendatangkan kemudharatan kepada kesihatan. Sebaliknya adalah haram jika
ia mendatangkan kemudharatan kepada kesihatan.
2. Hukum pengharaman arak dan khinzir tidak boleh disamakan dengan
hukum haram merokok kerana hukum pengharaman terhadap arak dan khinzir
telah dinyatakan secara jelas dan qat’ie oleh Allah swt dalam kitab suci
al-Quran. Manakala hukum pengharaman terhadap perbuatan merokok telah
diistinbatkan oleh para jumhur ulama’ terdahulu dan masa kini
bersandarkan hujah-hujah kepada nas-nas syarak yang jelas dinyatakan
seperti al-Quran, al-Hadith, Ijma’ Ulama’, Qaedah-qaedah Fiqhiyah dan
sebagainya. Ayat-ayat al-Quran dan hadith seperti yang dinyatakan di
atas jelas telah memperincikan isu ini.
3. Al-Syeikh Hasanain Muhammad Makhluf, bekas Mufti Mesir dalam Kitabnya Fatawa Syariyyah Wa Buhuth Islamiyah menyatakan:
“ Sesungguhnya tumbuhan (tembakau) ini dahulunya belum dikenali. Apabila ia diperkenal dan digunakan oleh manusia untuk merokok, maka ulama’-ulama’ fiqh daripada pelbagai mazhab Islam telah membincangkannya untuk menetapkan hukumnya berdasarkan prinsip (qaedah fiqhiyyah) yang telah ditetapkan.”
“Sesungguhnya berdasarkan hukum asal sesuatu itu harus. Tidak akan terkeluar daripada prinsip asal melainkan adanya perkara-perkara yang mengubah hukumnya menjadi haram atau sebagainya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar